Jessica menatap Raline dengan senyuman sinis yang terukir tajam di bibir merah maroon-nya ketika wanita bergaun krem itu melangkah mendekati meja kerjanya. Di kedua tangan halus Raline, terhias dua cangkir porselen putih berisi kopi yang aroma pekatnya menusuk hidung. Sungguh sebuah pemandangan yang menggelikan bagi Jessica—seorang wanita yang tampak begitu elegan dan berkelas dari luar, namun rela menjadi pelayan dadakan hanya demi pamer kedekatan di depan seorang sekretaris kantor. Raline meletakkan salah satu cangkir kopi tersebut tepat di hadapan Jessica di atas meja kayu yang mengkilap. "Ini buat kamu, Jessica. Kopi hitam tanpa gula, persis seperti yang sering kamu buatkan untuk Regan," ujar Raline dengan nada suara yang sengaja dibuat sehalus beludru, meski matanya memancarkan kilat

