Bab 17

1625 Words

Pagi harinya, sinar matahari menerobos celah jendela kamar kos dengan sangat cerah. Namun, atmosfer di dalam ruangan berukuran empat kali empat meter itu terasa begitu kelam dan berat. Jessica masih bergeming di atas kasur, menatap kosong ke arah langit-langit kamar yang bernoda lembap. Matanya sembap dan sedikit membengkak akibat tangisan histeris yang menguras energinya hingga menjelang subuh. Rasa malas yang teramat sangat menjalar ke seluruh persendian tubuhnya. Sungguh, Jessica rasanya ingin sekali mematikan ponsel, menarik selimut tinggi-tinggi, dan bolos kerja seharian ini. Haruskah ia berpura-pura sakit agar tidak perlu bertatap muka dengan pria berengsek itu? Haruskah ia mengajukan surat pengunduran diri sekalian? Namun, saat bayangan wajah Regan Anggara yang dingin dan angkuh b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD