Bab 31

2105 Words

Pesawat komersial kelas first class dari London itu akhirnya mendarat mulus di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Dari balik kaca mobil Alphard hitam yang melaju membelah jalan tol interior ibu kota, Raline menatap pemandangan pencakar langit Kota Jakarta dengan tatapan mata yang teramat tajam, dingin, dan sarat akan kilat dendam yang membara. Tidak ada lagi sisa-sisa air mata keputusasaan yang sempat membasahi pipinya di London. Tidak ada lagi sosok wanita lemah yang meratapi pengkhianatan kekasihnya. Raline yang kembali ke tanah air hari ini adalah sosok wanita berdarah dingin yang siap menerjang siapa pun yang berani mengusik dan merebut haknya. "Kita tidak pulang ke rumah, Pak," pungkas kata-kata Raline meluncur dingin kepada sopir pribadinya. "Langsung meluncur ke kediaman u

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD