Keheningan yang mencekam dan sarat akan ancaman menyelimuti ruang tamu utama kediaman Anggara tak lama setelah derap langkah stiletto Jessica menghilang dari balik pintu. Udara di dalam ruangan bernuansa megah itu mendadak terasa begitu berat, dingin, dan kental oleh aroma kehancuran. Raline terduduk kaku di atas sofa kulit. Wajah cantiknya yang biasa memancarkan keanggunan kelas atas kini pucat pasi, dihiasi raut kehinaan dan kemurkaan yang teramat pekat. Kata-kata v****r dan telanjang yang dilontarkan Jessica mengenai perbuatan Regan di dalam mobil tadi pagi masih bergema berulang kali di dalam gendang telinganya, menyengat ulu hatinya bagaikan sebila belati beracun. Brak! Pintu utama rumah terdorong kasar. Regan Anggara melangkah masuk dengan napas yang sedikit menderu. Pria berdarah

