Irama napas yang memburu dan hembusan udara panas mendominasi atmosfer di dalam ruang kerja VIP tersebut. Regan Anggara terduduk di kursi kerja kulitnya dengan d**a bidang yang naik turun tak beraturan. Keringat tipis membasahi kening dan leher tegapnya yang masih menyisakan jejak kemerahan dari perbuatan liar mereka. Di antara kedua paha tegap sang CEO, Jessica masih berlutut polos dengan bibir maroon yang agak bengkak dan basah oleh sisa-sisa perbuatannya baru saja. Nafsu di dalam ruangan itu berada di titik nadir teratas. Jessica mendongak, matanya yang redup oleh gairah menatap wajah tegas Regan. Gadis berusia 23 tahun itu perlahan bergerak hendak bangkit, bermaksud memutari kursi dan mengangkangi paha tegap Regan untuk menuntaskan hasrat mereka hingga ke puncaknya yang paling dalam.

