Heartbreaker

1526 Words

Dokter Sabda: Selamat malam, Filosofia. Saya ingin menjadwalkan pertemuan selanjutnya. Kapan kamu luang? Begitu membaca pesan itu, aku mendesah panjang. Aku membalas pesan Dokter Sabda sambil menyedot sekotak s**u pisang, lalu memasukkan ponsel ke saku. Filosofia: Nanti saya kabari ya. Soalnya, saya banyak liputan lapangan. Aku berjalan pelan menyusuri jalan setapak Taman Menteng, menikmati musik dari ponsel seraya menikmati udara sore. Usai meliput aksi demonstrasi di dekat Monas, aku menyempatkan diri ke sini sekadar bersantai sebentar. Kujatuhkan perhatian ke sebuah arah. Mataku membulat begitu menyadari keberadaan seseorang yang sangat kukenal, tak hanya karena kulit putih pucatnya paling mencolok di antara pengunjung lain. Usai membuang kardus s**u yang sudah kosong, aku berjalan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD