Pandangan Pertama di Incheon

1618 Words

Jam waker berbunyi lantang, membuatku mengernyitkan kepala lantaran ditarik dari dunia mimpi. Aku meraba-raba jam k*****t itu dan mematikannya, lalu lanjut tidur. Baru beberapa saat, gilira alarm ponsel yang berbunyi lebih lantang. Aku mengerang kesal. Mataku terbuka sedikit, menyipit pada layar ponsel. Tadinya aku berniat mematikannya pula, tapi melihat wallpaper Jungkook di sana, spontan saja mataku membulat. Ada efek positifnya juga loh memasang foto bias. Bhahak. Sambil menghidupkan musik dari Spotify, aku bergegas ke kamar mandi untuk beberes. Lima bulan berlalu. Hidupku bisa dibilang ya sama saja. Kecuali, jadwal liputan yang semakin sedikit karena aku dipindah ke bagian redaksi. Maksudku, sekarang aku jadi penyunting. Tadinya, aku menolak. Ya... bagaimana juga kan hidupku ada di

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD