"Bagaimana keadaan kamu?" Aku mengembuskan napas mendengar pertanyaan Dokter Sabda. Ia mengamatiku dari balik kacamatanya. Tangannya sudah siap untuk membuatkan catatan untuk pertemuan kali ini. Sebelumnya, aku sudah menceritakan padanya bahwa akhir-akhir ini keadaanku semakin tak baik. Bukan hanya karena fobia darah. Ada hal lain yang membuat luka di hatiku. Dan, hanya pada Dokter Sabda aku menceritakannya. "Aku kemarin mimpi buruk," kataku, mengakui. "Coba ceritakan mimpi seperti apa yang kamu alami?" Dokter Sabda mencoret-coret catatan pengobatanku. Kuceritakan padanya detail mimpiku, mulai dari hal kecil sampai yang paling absurd. "Nah, pas lagi main di sungai, mendadak saya ketemu Jungkook, Dok. Lagi mancing. Dia nggak dapet ikan, tapi botol plastik. Absurd, deh. Terus, aku sama

