"Soalnya, gue tetep nggak suka sama lo." Mataku mengerjap beberapa kali. Aku mengatupkan bibir rapat. Tanganku meremas celana jins. Nada yang ia berikan sama seperti dulu. Aku tertawa tak bersuara. "Jangan sampai suka sama gue," lanjutnya. "Karena...." Kaca jendela mobil diketuk, membuat Ilalang kaget. Saat ia berbalik badan, ia melihat boneka Mampang berjoget-joget di samping mobilnya. "Haish!" Ilalang membuka kaca jendela, mengangsurkan uang recehan untuk boneka Mampang yang mengedip padanya berali-kali, sebelum berjalan menjauh menuju mobil lainnya. Ilalang menutup kaca jendela mobil. Ia tak lagi melanjutkan ucapannya. Alih-alih, ia melanjutkan laju mobil dalam kegemingan. Aku memandang lurus ke depan, lalu menoleh sedikit. Tak ada obrolan di antara kami sepanjang sisa jalan. * U

