Star in Your Sky

2130 Words

Kupandangi ia dalam kegemingan. Aku terkekeh kecil. Suara kekehanku tampaknya terdengar, sehingga membuat ia membuka mata. Kami bersepandang. Seperti bidak catur yang akan dijalankan. Pandanganku beralih ke depan. Aku paling canggung kalau sudah diperhatikan lawan jenis seperti itu. "Jadi, gimana rumah lo?" Aku mencoba membanting setir ke topik lain. "Hm... udah dikasih." "Tanpa syarat?" "Bukan bokap gue kalau tanpa syarat. Intinya, gue dikasih waktu buat buktiin omongan gue." Aku tertawa, lalu mengubah ekspresiku jadi ketus. Kupandang ia dengan mata mendelik. "Gue ogah kawin sama lo." "Yah, sayang banget. Gue tahan lama di ranjang." Aku menyentil dahinya sangat keras sampai membuat ia memekik kesakitan. "Kalau ngomong diatur dikit kek. Pake otak! Jangan disia-siain tuh otak. Sini,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD