Juna Dan Dave

1285 Words

“Sar? Kok malah bengong sih?” Yang dipanggil tetap belum menghiraukan. Sarah membolak-balikan pena berwarna hitam dengan mode klasik di tangannya. “Kok bisa mirip banget gini?” gumam Sarah lirih. Syila yang semakin gregetan langsung berlari mendekat menghampiri. “Apaan sih itu?” tanyanya lantas merebut benda itu dari tangan Sarah. “Ya elah Sar, pulpen doang ngeliatinnya sampai kayak gitu, jangan-jangan kamu terpesona ya sama Pemred kita yang baru?” “Heh, ngawur! Ngomong asal aja. Kenal juga baru, dari mana ada rumusnya bisa terpesona?!” “Yang namanya terpesona itu dadakan Sar, gak ada perhitungan rumus berapa lama kenalnya. Terus ngapain kamu pulpen bekas dia doang ngeliatinnya sampai kayak gitu?” Sarah menarik napas sesaat. Dia juga mulia gregetan dengan omongan Syila. “Makanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD