Obsesi dan Cinta

1167 Words

Hilda menuruni anak tangga sambil menenteng tas kerjanya, langkah ringan dan riangnya menandakan hatinya sedang berseri-seri. Dia sedang bahagia karena dapat mencuri ciuman dari bibir sang Paman dan itu merupakan ciuman pertamanya bersama sang Paman, tapi bukan ciuman pertamanya bersama pria. Karena Hilda jujur ciuman pertamanya bersama seorang pria adalah Papanya sendiri dan beberapa pacarnya saat di sekolah dan kuliah. Menurutnya ciuman tadi adalah awal yang baik dan pertanda yang baiknya lagi adalah sang paman tidak marah padanya dan tidak mengatakan apa-apa pada Bibinya, oleh karena itu Hilda semakin berani untuk bertindak memperjuangkan cintanya. “Bibi! Aku berangkat dulu, muahh.” Hilda memberikan kecupan pada pipi Ayunda dengan manja setelah dia mencium punggung tangan bibinya itu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD