Bab 61

1238 Words

61 Sahur pertama bersama keluarganya, menjadikan Bryan bahagia. Dia menghabiskan gulai ikan buatan Gemala, yang memang khusus dibuatkan untuknya. Seusai sahur, Bryan berpindah ke kursi ruang tengah. Dia mengambil piring dari Yeni, lalu menyuapi Lucky yang sahur sembari berbaring. "Nek, aku ikut ke masjid, ya," pinta Karin yang mengagetkan Gemala. "Ehm, Kakak sudah punya mukena?" tanya Gemals. "Punya, dibelikan Bunda. Satu set dengan punya dia." "Oke. Tunggu imsak, baru kita berangkat ke masjid." Karin mengangguk patuh. Dia berpindah ke sofa ruang tengah, lalu menyandarkan badan ke lengan kiri papanya. "Mas, apa anak-anak nggak diajak sekalian jadi mualaf?" tanya Hendra dengan hati-hati, karena tidak mau menyinggung perasaan putra sambungnya. Bryan mengalihkan pandangan pada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD