59 Bryan baru duduk di sofa ruang tengah rumahnya, ketika pintu kamar Karin terbuka dan Sekar muncul dari sana. Bryan mengeluh dalam hati, ketika Sekar menarik tangan kirinya, hingga Bryan terpaksa bangkit berdiri. Sekar menyeret kekasihnya ke kamar utama. Dia menutup pintu, kemudian berbalik dan menatap Bryan dengan intens. Tanpa mengucapkan apa pun, Sekar maju dan memeluk Bryan, yang spontan balas mendekap perempuan tersebut. "Maaf," ucap Sekar. "Ehm, ya," sahut Bryan. Sekar mengurai dekapan dan memandangi pria berkemeja hijau muda. "Aku nggak bermaksud buat Mas kecewa. Kemarin aku minta waktu berpikir, karena harus membicarakan ini dengan Mas Heru," terangnya. "Aku menerima lamaran Mas, tapi, kita nggak langsung nikah dalam waktu dekat. Aku mau memantau kesetiusan Mas dalam

