Keesokan harinya, kehidupan mereka kembali ke rutinitas sehari-hari. Zabran mempersiapkan diri untuk berangkat ke kantor seperti biasa. Sebelum pergi, ia sempat menyapa Xandra yang tengah duduk di ruang kerja kecil mereka, menyiapkan materi untuk kelas daringnya. Meja di depannya berantakan dengan laptop, buku catatan, dan beberapa jurnal yang berserakan, mencerminkan kesibukannya sebagai dosen di kampus. Xandra terlihat sedang sibuk mengetik catatan, wajahnya konsentrasi penuh, tampak begitu terlibat dalam pekerjaannya. Udara pagi yang sejuk dan pencahayaan alami dari jendela menambah kesan nyaman di ruangan itu. Zabran tersenyum lembut melihat Xandra dari pintu, merasa bersyukur atas ketekunan dan dedikasinya. Mereka berbagi beberapa kata sambil Zabran bersiap-siap untuk berangkat, membi

