Meninggalkan London

1634 Words

Esoknya, pagi di London terasa begitu tenang. Cahaya matahari akhir Maret menyusup lembut melalui celah-celah tirai apartemen Zabran, menari di permukaan lantai kayu yang mengilap, menciptakan kilauan hangat di sudut-sudut ruangan. Apartemen itu tidak luas, tapi cukup nyaman dan tertata rapi, mencerminkan kepribadian mereka yang sederhana namun penuh perhatian pada detail. Ruang tamu dihiasi dengan sofa abu-abu lembut yang dipadukan dengan bantal-bantal kecil berwarna pastel, memberikan kesan modern namun tetap hangat. Di sudut ruangan, rak buku kayu berdiri kokoh, dipenuhi buku-buku favorit Xandra dan Zabran, sebagian tersusun rapi, sebagian lagi bertumpuk sembarangan, seolah menceritakan rutinitas sibuk pemiliknya. Meja kecil di dekat jendela menjadi pusat perhatian pagi itu. Di atasnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD