Xandra mencuci piring dengan gerakan santai, membiarkan pikirannya melayang pada berbagai hal yang terjadi hari itu. Pancaran lampu dapur yang hangat memantulkan bayangan lembut di kulitnya, membuat pemandangan yang seharusnya biasa saja menjadi sesuatu yang tak biasa di mata Zabran. Ia duduk di ruang tengah, berpura-pura sibuk membaca sesuatu di ponselnya, tapi pandangannya terus saja mencuri-curi ke arah Xandra. Pikirannya melayang kembali ke kejadian di kamar mandi. Meski Xandra kini mengenakan pakaian rumah yang longgar—kaus oversize berwarna pastel dan celana pendek sederhana—bayangan tubuhnya yang tadi terlihat di bawah guyuran air tetap melekat kuat di benak Zabran. Gambarannya begitu jelas: rambut Xandra yang basah terurai, membingkai wajahnya dengan tetesan air yang mengalir lemb

