"Tumben di sini, Thur?!" Ia terkekeh. Baru saja memarkirkan motornya di parkiran Fakultas Teknik. "Lihat Salwa gak?" Ia sudah mengirim pesan sejak pagi, tapi tak kunjung ada balasan. "Oh barusan tadi kita kelasnya bubar. Mungkin...." Ia tak sengaja menangkap keberadaan Salwa yang baru saja berjalan tak begitu jauh dari mereka. Fathur segera berlari menghampiri Salwa yang sedang berjalan menuju gerbang fakultas. Wajahnya terlihat gembira ketika melihat Salwa, meskipun ia berusaha menyembunyikan ekspresi kekhawatirannya. Ia sudah lama tidak bertemu dengan Salwa, dan ini adalah kesempatan yang baik untuk berbicara berdua. Ya dari kemarin-kemarin memang pesannya tak kunjung dibalas. Ya Salwa bingung sebenarnya harus bagaimana menghadapi lelaki yang satu ini. “Salwa!” Fathur memanggil den

