Bab 6

213 Words
Zakiya menatap sedih ibunya yang berbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Semua ini salahnya karena dia kabur, mulai sekarang dia tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Kalau saja dia tetap menjadi lelaki, bisa jadi ibunya akan semakin menderita. Zakiya mengambil tas ibunya, mencari make up disana, dia memoleskan bedak dan lipstik, dia juga mengenakan bando yang selalu ibunya suruh pakai. Sesuatu hal yang membuat dia heran, mental ibunya selalu dianggap gila, tapi ibunya sukses dalam menjalankan perusahaan. Zakiya tidak mengerti, dalam hatinya dia sangat yakin jika ibunya masih waras. "Astaga, kaget gue," ucap Hiskia terkejut melihat Zakiya yang menggunakan make up. "Santai aja keleus," ucap Zakiya gemas. "Lo ngapain dandan begitu? Mau mangkal apa?" Ucap Hiskia kesal. Dia menarik kursi lalu duduk di samping Zakiya. Agatha masih tertidur pulas di sofa, sepertinya dia kelelahan habis latihan judo. "Itu anak tidur pules bener, betah banget di rumah sakit," ucap Zakiya. "Hm, dia itu cewek tangguh." "Gue bersyukur banget untung ada Agatha yang mau bantu ibu gue, kalau gaada dia gue gak tau harus gimana His," ucap Zakita hendak menangis. "Jangan cengeng lo! Hidup ini keras bro, lo harus punya pundak yang kuat, bentar lagi kita kuliah, terus kerja, beban hidup makin susah men, jadi simpan baik air mata itu," ucap Hiskia menepuk pundak Zakiya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD