Bab 5

206 Words
"MAH, aku itu laki-laki!!" bentak Zakiya melepaskan bando yang dipakaikan oleh ibunya. Sungguh dia sangat kecewa, baru kali ini dia marah dengan ibunya. Meski dia tau ibunya sakit mental, tapi hal itu membuat Zakiya semakin hari semakin kesal. "Enggak sayang, kamu itu perempuan." Zakiya bangkit dari kamarnya lalu membanting pintu, dia mengambil sepedanya dan menuju rumah Hiskia. Lucu, rumah mereka hanya berjarak lima belas langkah, tapi Zakiya tidak memiliki lagi tempat persembumyian lain selain di rumah Hiskia. "Astaga, berapa kali sih gue bilang, kalau masuk pakai pintu! Bukan jendela oneng!" teriak Hiskia gemas. Dia kesal dengan Zakiya yang selalu masuk lewat jendela kamarnya. "Sebel gue, masa gue disuruh pake bando lagi!" ucap Zakiya kesal. "Hei hei hei, lo gak tau? Boyband juga pakai bando kok, santai aja." Zakiya mengusap wajahnya kasar, dia benar-benar lelah dengan sikap ibunya yang selalu memperlakukan dia seperti anak perempuan. "Emangnya gue keliatan cantik apa sampai selalu dibilang emak gue perempuan? Gue tau kakak gue udah meninggal, tapi ini gak adil buat gue, kenapa gue selalu dianggap perempuan? Gue laki-laki His," ucap Zakiya menunduk. "Sabar, gue tau lo pasti malu kan? Tapi tenang aja Zak, suatu saat emak lo bakalan yakin kok kalau lo itu anak fia yang hebat."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD