Hanya Seorang Yatim-Piatu tak Berkeluarga

1092 Words

Selamat sore! sapa Sesil, suara cerianya mengisi ruang rawat Hani yang suram. Cahaya senja yang menembus tirai tipis menari di lantai, menciptakan bayang-bayang panjang di dinding pucat. Melinda, yang tengah duduk di samping Hani, menoleh dengan senyum kecil. “Sel—” Uhuk! Uhuk! Seperti disambar kilat, ia terbatuk hebat kala matanya menangkap sosok lelaki di sisi Diana. Wajahnya memucat, napasnya tertahan seolah lupa bagaimana caranya menghirup udara. "Rangga?" bisiknya, nyaris seperti doa yang menguar dari bibirnya. Matanya melotot, bulat sempurna seperti bulan yang baru terbit di malam gelap. Hani, yang hingga saat itu terbaring lemah, ikut terpaku. Matanya membola, menatap pria muda itu dengan ketidakpercayaan yang menggetarkan relungnya. "Rangga?" ulangnya, suara parau seperti sembi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD