Hanya Penasaran

1701 Words

Perempuan itu tersentak, tubuhnya kaku seperti patung. Ia berusaha menyembunyikan sesuatu di tangannya, namun gesturnya yang kikuk membuat Metta semakin curiga. “Eeuhh… ini, ada yang ketinggalan,” jawabnya tergagap, matanya menghindari tatapan tajam Metta. Metta tidak memberikan kesempatan. Dengan gerakan cepat, ia meraih benda kecil di tangan Thania. Sebuah chip mungil kini berada di genggamannya, benda yang tampak tidak asing di matanya. Ia mengangkat chip itu, memandangnya sejenak, lalu menatap Thania dengan dingin. “Apa yang akan kamu lakukan dengan benda ini? Mau mencari tahu tentang apa, sampai berani ingin memasang rekaman di sini?” tanyanya, nada suaranya sedingin embun pagi yang membekukan. Thania terdiam, wajahnya pucat pasi. Ia tidak mampu membalas tatapan Metta yang penu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD