Pergi ke Panti Asuhan

1051 Words

Waktu menunjukkan pukul tujuh pagi. Mentari baru saja menampakkan sinarnya, menerobos perlahan melalui celah tirai jendela, menebarkan kehangatan yang malas ke dalam rumah. Diana, masih tenggelam dalam selimut tebalnya, tidak menyangka pagi yang tenang akan segera terusik. Karena keberadaan Banu di rumah itu, ia dan Sean kini tidur di kamar terpisah—sebuah perubahan kecil yang terasa ganjil setelah sekian lama berbagi malam bersama. Tok tok tok “Diana! Sudah bangun?” Suara Sean yang ceria diiringi ketukan pintu membuat Diana terlonjak pelan. Dengan mata yang masih menyipit, ia membuka pintu kamar, memperlihatkan wajahnya yang setengah sadar. Rambutnya acak-acakan, seperti ilalang yang belum tersentuh angin pagi. Sean tersenyum kecil, tangannya tanpa sadar terulur, merapikan helaian

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD