Semoga Segera Bertemu

1330 Words

Panti asuhan Kasih Ibu berdiri dengan kokoh di tengah taman kecil yang dihiasi bunga-bunga liar. Lokasinya cukup terpencil, jauh dari rumah atau kantor Sean. “Aneh banget, Diana,” gumam Sean sambil menggelengkan kepala, tatapannya tertuju pada bangunan itu. “Kak Bima dulu ngapain coba, sampai ke sini. Jauh banget dari rumah lama kita, rumah baru kita, bahkan kantor. Kok bisa sampai sejauh ini?” Keduanya masih berdiri di sisi mobil, belum melangkahkan kaki menuju panti tersebut. Ada rasa segan dan ketegangan yang menggantung di antara mereka. “Ayo, Sean! Lebih cepat lebih baik.” Diana menggenggam tangan Sean dengan erat, seolah memberi keberanian pada lelaki itu. “Penasaran kan, kamu berasal dari keluarga mana?” ucapnya sambil menarik Sean mendekat ke arah pintu panti. “Permisi!” sapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD