Kedatangan Banu

981 Words

Tok tok tok! Ketukan pintu yang tiba-tiba memecah keheningan di kamar Diana. “Non, Tuan. Ada tamu di luar,” suara Bi Isah terdengar dari balik pintu, penuh nada mendesak. Diana mengangkat wajahnya, tatapannya bertaut dengan Sean. “Siapa itu, Sean?” tanyanya dengan nada penuh rasa ingin tahu. Sean mengangkat bahunya perlahan, wajahnya memancarkan ketidakpastian. “Kita lihat saja ke bawah. Aku nggak ada janji temu dengan siapa pun,” jawabnya datar, tapi ada kilatan waspada di matanya. Keduanya melangkah keluar kamar, menyusuri koridor hingga tiba di ruang tamu. Diana tertegun seketika. Di ambang pintu berdiri seorang pria paruh baya, dengan rambut yang mulai memutih, dan wajah yang menyimpan keletihan sekaligus kerinduan mendalam. “Oppa!” seru Diana dengan nada penuh keterkejutan. Ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD