Mereka baru saja tiba di Sydney, di sebuah villa eksklusif di Manly yang memandang langsung ke arah pantai biru yang membentang luas. Villa itu tenang, seperti surga pribadi yang dibingkai dalam panorama samudra yang luas, jauh dari hiruk pikuk dan hanya ditemani suara lembut deburan ombak. Udara sejuk mengalir, menyelimuti mereka dalam keheningan yang menenangkan, hanya ada mereka berdua di dunia kecil ini. Sean mendekati Diana yang sedang berdiri di balik jendela besar, tatapannya tenggelam dalam birunya laut yang luas. Dengan perlahan, Sean memeluknya dari belakang, menariknya ke dalam pelukan yang hangat dan melingkarkan lengannya dengan lembut. Kepalanya bertumpu di bahu Diana, sementara napasnya yang hangat menyentuh lehernya. “Bagaimana? Kamu suka pantainya?” bisik Sean, sua

