Anggap saja sedang Honeymoon

1617 Words

Darah Diana mendadak berdesir hebat, seolah setiap aliran di dalam tubuhnya berkelana dalam badai yang tak terlihat. Tubuhnya meremang, mencengkeram denyut napas yang sulit dikeluarkan, dan ia menelan saliva dengan susah payah, mencoba menenangkan diri. Di hadapannya, Sean berdiri dengan ketenangan yang berbeda, tatapannya mengarah pada matahari yang baru saja menghilang di balik cakrawala, menebarkan kilauan jingga terakhir ke permukaan lautan. “Ma—maksud kamu?” Diana tergagap, suaranya nyaris tenggelam dalam deburan ombak yang berkejaran di kejauhan. Sean menoleh perlahan, menatapnya dengan senyum yang tak terduga hangat namun misterius. “Apa? Yang mana?” jawabnya, suaranya berat, penuh teka-teki. Diana menghela napas, mencoba menstabilkan hatinya yang berdebar. Ia menggelengkan kep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD