"Hh, lo pikir dengan sikap lo yang kaya gini bikin gue ngerasa kalah dari lo? gue gak peduli sumpah. Lo gak penting buat gue, Je, asal lo tahu aja." Aruna menatap langit-langit kamar sambil mengingat apa yang sudah dia katakan pada Jeka kemarin. Perempuan itu baru sadar kalau yang dia ucapkan berlebihan padahal kalau dipikir-pikir lagi … masalah ini juga tidak besar dan tidak berpengaruh untuk hidupnya. Kemarin, Jeka mendadak diam saat Aruna mengoceh banyak hal sebelum akhirnya dia memutuskan pulang ke rumah karena merasa kesal. Sampai sekarang, sama sekali tidak ada pesan atau gangguan dari Jeka. Apa lelaki itu marah? Ada sedikit penyesalan dan terbesit niat Aruna untuk berkata maaf pada bosnya. Di lain tempat, hari ini Jeka memutuskan untuk pergi ke rumah perempuan yang paling dia per

