Bab 42A - Mama dan Rahasianya

1267 Words

"Saya gak mau kalian sakit, cukup saya saja," lirih Jeremy. "Cukup saya, jangan kalian." "Kamu tahu kan kalau kita ini keluarga? Kalau kamu sakit, kita juga sama! Gak perlu jadi pahlawan buat nutupin kesalahan laki-laki pengecut seperti papa!" "Mas, sudah," jawab mama sambil menyeka air matanya. Sejak tadi dia diam, tidak bersuara sama sekali. Dia hanya bisa menangis saja saat mendengar kejujuran yang keluar dari mulut suaminya. "Jangan bentak Jeremy, dia tidak salah, Mas." "Saat itu, kamu sedang gapai cita-cita kamu di luar negeri, Mas. Baby masih terlalu kecil untuk tahu ini semua. Mama? Saya gak tega buat lihat mama menangis dan terluka kalau saya jujur. Saya menutupi semua bukan tanpa alasan, saya lakukan ini karena saya jaga perasaan kalian!" ucap Jeremy yang sekarang menatap kakak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD