Bab 43 -Bagi Papa ... Kita Ini Nomor Dua!

1120 Words

Indra menangis saat mama menceritakan semua di depan dia dan anak-anak. Lelaki yang rambutnya hampir semua memutih dan tubuh tidak sekekar dulu, tidak menyangka jika sang istri tahu mengenai perselingkuhannya sejak lama. "Saya minta maaf, Bianca. Kamu tidak seharusnya hidup dengan saya," ucapnya sembari terisak. " Jeremy pernah bilang, kamu berhak mendapatkan orang yang jauh lebih baik dari saya," katanya sembari mengelap airmata dengan tangan yang sudah mulai keriput. "Saya selalu memposisikan diri saya sebagai orang yang tersakiti karena saya tidak bisa menentukan pilihan hidup saya sendiri. Tetapi nyatanya, kalian yang jauh lebih terluka. Saya memang bodoh." "Enggak, Mas. Ini semua memang salah saya sejak awal. Saya berhak dapat karma karena telah merebut kamu dari dia. Saya memang ga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD