Mama menunduk. "Mama tahu, Sayang. Cuma mama pikir, sudah bukan waktunya kita balas dendam ke dia. Dia sudah tua, sakit-sakitan, jadi biarkan aja dia ada di sini. Hitung-hitung sebagai balas jasa karena dia sudah banyak menopang hidup kita selama ini," jelasnya. "Kalian bisa bersekolah di tempat bagus dan dapat fasilitas enak, kalian bisa jalan-jalan ke tempat yang kalian suka, bagaimana pun semua itu papa kalian yang berikan." "Saya gak habis pikir sama mama. Hidup bertahun-tahun sama orang yang berkhianat kaya apa rasanya?" ucap Jerry yang kini tersenyum miris. "Mama udah mati rasa, ya?" Mama yang mendengar itu, tidak merespon apa-apa. "Kenapa dia gak tinggal sama keluarga keduanya? Papa jauh lebih sayang ke mereka," lanjut Jerry. "Dari kabar yang mama dengar, Inez sekarang juga teng

