Hari Jumat. Aruna bangun pagi ini dengan kepala pusing dan mata perih. Butuh waktu lama untuk bisa membuka kedua mata dengan benar, sepertinya agak bengkak. Jam menunjukkan pukul empat. Dia bangun lebih dulu dibanding alarm yang biasa disetel setiap Senin sampai Jumat pukul setengah lima. Perempuan itu memutuskan langsung mandi, tidak peduli dengan cuaca dingin dikarenakan hujan yang sejak tengah malam mengguyur kota Jakarta. Una memakai pakaian kerja, lanjut berdandan. Waktu yang masih luang dia pakai untuk mencatok rambut. Pukul lima, Una turun ke bawah dan membuat sarapan karena mama belum bangun. Biasanya wanita itu baru akan turun pukul lima lewat dua puluh menit. Ditemani nasi putih hangat, telur dadar, segelas air putih dan suara gemericik hujan ... Una menyantap sarapan. Selesai

