He Hua kembali membuka kelopak matanya perlahan. "Bagaimana Nona?" Kangjian menatap penuh rasa ingin tahu. Gadis itu berdiri di dekat He Hua. "Aku sudah masuk ke bangunan spiritualku. Kangjian, kamu bisa pergi sekarang, istirahatlah," ujar He Hua. "Terima kasih, Nona Muda." "Walau Nubi hanya seorang pelayan, tapi Nona memperlakukan Nubi dengan sangat baik Nubi terharu." He Hua tersenyum, lesung pipitnya kelihatan. "Semua orang harus diperlakukan dengan baik, tidak harus seorang bangsawan, keluarga kerajaan." Kangjian meneteskan air mata terharu. "Nona sangat berbeda dengan yang lain." "Ah, kamu bisa aja," ujar He Hua menepuk pelan pundak Kangjian. "Kamu bisa pulang istirahat, Kangjian." "Baik, Nona Muda." Kangjian pamit undur diri dan merubah dirinya menjadi burung kecil,

