"Ini kita sebenarnya mau ke mana, Zal?" tanyaku sambil menatap sekitar yang lengang. Kami hanya berputar-putar sejak tadi. Motor melaju di jalan besar, lalu masuk ke gang kecil, begitu terus. Yang membuatku merasa sedikit cemas, aku tak mengetahui daerah ini. "Ke Tanah Abang, Mbak. Orangnya nunggu di Tanah Abang di lapaknya." Aku mengangguk sambil lagi-lagi menatap sekitar jalanan kecil yang begitu lengang. Beberapa kali Rizal memelankan kendaraan dan membalas pesan di HP-nya. Ting! Aku langsung merogoh tas kemudian mengeluarkan HP di dalamnya. Sebuah pesan WA dari Susi. Di mana, Pus? Sudah keluar dari tadi, nih. Aku refleks menatap jam di layar HP. Pukul 10: 29. Sus, titip Adnan dulu, ya? Ajak dia ke rumahmu, nanti aku jemput Ya, oke, deh. Balasnya. Nanti kubelikan pizza Sus

