Chapt. 15

1465 Words

Seorang wanita termenung di bangku taman. Buku diary berwarnak pink berada di pangkuannya. Sesekali ia menghembuskan nafas kasar. Tanpa melakukan apapun selain menatap danau kecil yang ada di komplek nya. Niatnya berada disana adalah menulis keluh kesahnya. Ia merasa nyaman untuk sesaat berada dalam lamunan. Sebelum akhirnya, dadanya kembali merasa sesak untuk segera dikeluarkan. Ia membuka bukunya, menggerakkan pena itu merangkai kata demi kata yang bersamaan dengan air mata mengalir. Dear diary... Aku tidak mengerti dengan kehidupan. Membawaku terbang tinggi menuju langit tertinggi. Kemudian aku dilepaskan kedalam lautan yang dalam. Ombak membawaku kesana kemari tanpa arah. Mencoba naik keatas untuk mengambil nafas.  Tapi ombak tidak memberikannya. Aku kehilangan pasokan udara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD