Chapt. 24

1371 Words

"IBU..."Azzam memekik lirih. "Ck, apa sih? Kamu ini gak bisa nunggu apa." "Nunggu itu capek bu." Ghania berdecak malas, "Lagi sakit, masih aja bergurau." "Dibawa happy aja kali bu." "Terserah, nih sekarang makan." "Suapi."Ujar Azzam dengan manja. "Ih, sudah gede kamu itu. Sudah mau nikah. Kok tahan aja Zaina sama kamu." "Namanya juga cinta." "Nih, makan tuh cinta."Ghania menyodok Azzam dengan sesendok buubur dengan kesal. "Pelan-pelan kali bu." "Lagian kamu juga, makan sendiri kenapa. Ibu masih masak di bawah." "Yasudah sini."Azzam langsung mengambil mangkuk bubur. "Makan di habisi. Ibu gak mau tahu, kalau ibu lihat bersisa. Tidur diluar." "Kok ngancam ya." "Bodo." Azzam terbengong, "Emak-emak jaman now."gumamnya. *** "Na, kamu makan dulu." "Iya umi." Zaina keluar dari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD