Chapt. 23

1383 Words

"Tante, cantik." "Terimakasih, kamu juga cantik." "Iya, kan mama Kia juga cantik." Zaina tertawa, ia mencium puncak kepala Kia dengan gemas.  "Jadi kapan nikah?" "Sebulan lagi mbak." Nanda tersenyum, "Semoga lancar sampai hari H nya ya." "Aamiin mbak." "Nih, di minum dulu. Kia makan masakan nenek ya." KIa meloncat dari pangkuan Zaina menuju meja. Ia mengambil kue kering lalu melahap nya. "Enak nek." "Iya dong. Nanti kalau Kia sudah besar, nenek ajari Kia masak." "Janji ya nek." "Iya." Zaina dan Nanda hanya memperhatikan interaksi Kia dan juga Ghania.  "Anak mbak lucu." Nanta terkekeh, "Terimakasih." "Bagaimana dengan ayah nya?" Senyum Nanda luntur, "Masih sama kayak dulu." "Yang sabar ya mbak. Seenggak nya, dia mau kasih nafkah Kia." Nanda mengangguk. "Assalamualaikum."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD