Chapt. 22

1453 Words

"Kamu tahu gak sih, teman mu itu nipu mas juga ternyata." Zaina terkekeh, "Kalau Arum emang gak tahu mas. Dia juga tahu setelah beberapa hari." Azzam merengut. Kini keduaya ada di kafe yang banyak penginjung anak muda. Entah ada apa, Azzam mengajak nya ksini. Tapi Zaina senang. "Na, Kamu tahu gak sih. Kamu hilang berbulan-bulan gini buat kau gila." "Lah iya? bukannya sudah gila ya?"Canan Zina Azzam yang saat itu merasa gemas hendak mencubit hidung kecil Zaina lantas tertahan. Ia menggeram. "Coba aja kalau sudah halal. Hidung kamu bakalan panjang." Zaina tertawa, "Aku becanda aja mas." "Tahu kok, mas cuma gemas aja sama hidung kamu." "Kenapa?"tanya Zaina sembari memegang hidungnya. "Kecil, jadi bikin gemas." "Apaan sih mas." Azzam tertawa, tak lama pesanan mereka datang. Azzam me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD