“Sopir sudah bersiap di bawah. Kita ke rumah sakit sekarang untuk melihat kondisi ayah kamu, sekalian mengambil jadwal vitamin baru dari tim medis saya.” Shanin berdiri perlahan, meremas saku gaunnya dari luar untuk memastikan strip pil KB itu tersimpan aman di balik lipatan kain. Perang dingin ini masih sangat panjang, dan selama rahasia itu belum terbongkar, ia masih memegang kendali atas tubuhnya sendiri. Beberapa saat kemudian, mobil serba hitam milik Bravendra membelah jalanan kota yang lengang. Di dalam kabin yang senyap, Shanin duduk kaku di samping suaminya. Pria itu terus mengamati tablet kerja di tangannya, tetapi keberadaannya yang dominan memenuhi seluruh ruang gerak Shanin. Setiap kali kendaraan melintasi polisi tidur, Shanin refleks memegang saku gaunnya, memastikan baran

