Bab 19

2853 Words

Kata kejutan yang terucap dari mulut Bravendra sebelum pintu kamar utama terkunci dari luar terus berputar di dalam kepala Shanin. Rasa pahit dari lima butir suplemen kesuburan masih mengendap kaku di pangkal tenggorokannya, meninggalkan mual yang perlahan merayapi daada. Shanin duduk membisu di tepi kasur. Ia mengusap lehernya yang dingin, membayangkan berbagai kemungkinan mengerikan yang dimaksud suaminya. Keheningan kamar yang luas itu terasa makin memblokir napasnya. Begitu dipastikan langkah kaki Bravendra sudah menjauh menuju lantai bawah, Shanin bangkit berdiri. Ia berjalan melangkah pelan menuju kamar mandi, mengunci pintunya dari dalam, lalu mengambil bangku kecil di dekat bak mandi. Dengan gerakan yang sangat hati-hati, Shanin menaiki bangku tersebut. Jemarinya yang gemetar me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD