Tanpa memedulikan tatapan ketakutan dari sepasang mata Shanin yang basah, Bravendra mulai memaju-mundurkan laras senjata api yang dingin itu di dalam milik Shanin. Gesekan murni yang menusuk presisi di area sensitifnya membuat tubuh Shanin mendadak tegang luar biasa. Shanin melenguh pasrah, dadanya naik-turun secara brutal menahan gejolak getaran ngilu yang menghantam saraf dalamnya. Suaranya tertahan sepenuhnya oleh ball gag silikon yang merenggangkan paksa bibirnya. Air matanya makin deras mengalir, membasahi bantal di bawah kepalanya saat Bravendra mempercepat ritme dorongan benda dingin itu tanpa belas kasihan. Bravendra menikmati setiap benturan dan lenguhan tertahan yang keluar dari tenggorokan istrinya. Pria itu memiringkan kepalanya, menatap hamparan daada Shanin yang kian tere

