Alex melepaskan ponselnya ke atas nakas dengan hentakan kasar yang memecah keheningan pagi. Tanpa memedulikan rasa sakit yang mungkin dirasakan Lea, ia menarik kasar dasi sutra yang mengikat pergelangan tangan gadis itu hingga terlepas. Bekas merah keunguan tercetak jelas di kulit pucat Lea, namun Alex hanya meliriknya sekilas dengan tatapan yang kembali dingin dan berjarak. "Bangun," perintah Alex, suaranya rendah dan tak terbantahkan. Lea mencoba menggerakkan lengannya yang kaku, rintihan kecil lolos dari bibirnya yang pecah. "Alex... tubuhku sakit sekali..." Bukannya luluh, Alex justru menarik lengan Lea, memaksanya duduk di tepi tempat tidur. "Aku tidak punya waktu untuk drama pagimu, Arabella. Mandi dan bersihkan dirimu sekarang juga. Sopir akan mengantarmu kembali ke rumah dala

