Duapuluhdua

2648 Words

"Setidaknya ijinkan aku melukis memory, sebelum aku pergi" - Rival ••• "Iya kita pergi. Setelah jadwal kemo, lo. Oke?" "Gak, bang! Besok, ya? Setelah itu gue janji bakal kemo. Janji banget. Gue gak mau badan gue lemes waktu liburan, gara-gara selesai kemo." Sudah hampir satu jam Radit dan Rival berdebat. Radit yang ingin jadwal kemo Rival tidak terganggu. Sedangkan Rival yang tetap kekeh ingin berlibur. Dan Revin yang hanya menjadi penonton perdebatan kakak dan adiknya itu. "Please, gue janji ini yang terakhir. Gue gak akan minta liburan lagi. Gue bakal nurut semua mau lo. Ya, bang? Please, please." Wajah Rival semakin memelas saja. Membuat Radit mau tidak mau mengangguk setuju. "Tapi janji, setelah itu kita langsung ke rumah sakit. Dan, jangan minta aneh-aneh lagi." "Janji janji, b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD