EMPAT (PART 1)

1251 Words
Mutia berjalan menuju mejanya,di sana ia melihat Yopi sedang melayani seorang customer perempuan,tapi tampaknya customer itu merasa tidak puas akan penjelasan yang diberikan Yopi. Mutiapun mencoba mengambil alih dan meminta Yopi untuk menyiapkan kelas untuk belajar.                 “selamat siang ada yang bisa dibantu?”sapa Mutia Ramah                 “saya mau mendaftar les untuk anak saya,tapi saya ingin menyesuaikan dengan jadwal anak saya bisa?”Tanya sang customer tanpa basa-basi                 “kita lihat dulu ya bunda,kalau saya boleh tahu jadwal yang kira-kira si adek mau hari apa saja?”Tanya mutia dan tidak lupa tersenyum                 “Kamu mau ambil jadwal hari apa aja nak?”Tanya wanita itu pada anaknya yang tampak sibuk bermain gadgetnya                 “matikan dulu handphonenya dan jawab pertanyaan mama kamu dulu Galan” Pinta seseorang yang baru saja datang, anak itu langsung sontak mencari arah suara itu berasal,ia tersenyum kala melihat pria yang kini berjalan menghampirinya.                 “om!,udah dateng ya”seru anak itu bersemangat                 “simpan handphonenya,om belikan itu bukan untuk main terus”pinta pria yang dipanggil om itu lembut seraya mengusap kepala anak itu. Anak itu menurut dan menyimpan handphone ke dalam tasnya. Sementara Mutia sedikit merasa kesal sebab pria yang dipanggil om oleh anak itu adalah Ganesha, namun ia berusaha menutupi rasa kesalnya itu. Tapi Ganesha justru malah tampak senang dan gemas kala meihat ekspresi gadis yang berada di hadapannya itu. Untuk mengalihkan perasaannya kini ia Mutia mengajak anak itu mengobrol.                 “jadi adek Ingin jadwal hari apa aja?”Tanya Mutia mencoba seramah mungkin                 “aku mau jadwalnya yang hari senin,rabu sama sabtu tante,ada gak” jawab Galan seolah mengejek Mutia dengan panggilannya itu. Dalam hati Mutia merasa kesal pada anak itu, yang seenaknya memanggil dirinya tante. Mutia merutuki anak itu dalam hati.                 “a-da kok dek”jawab Mutia menahan amarah                 “siswanya satu kelas itu berapa orang ya mbak?” Tanya wanita itu pada Mutia                 “kalau untuk kelas regular kita 20 orang,kelas silver kita 10 orang dan untuk kelas gold kita 5 orang” terang Mutia                 “itu untuk jadwalnya semuanya sama ?” Tanya wanita itu lagi                 “untuk kelas regular kita ada jadwal senin,selasa rabu, kelas silver jadwalnya selasa,rabu,kamis dan untuk kelas goldnya kita senin,rabu,sabtu”Mutia menerangkan                 “ya udah ambil aja yang kelas gold aja ma” ujar Galan pada sang mama                 “oke,tapi kamu janji mau rajin belajar ya”pinta sang mama                 “iya,jangan main hp terus”sambung Ganesha mengacak-acak rambut anak itu                 “iih apaan sih om,iya,iya”ujar anak itu kesal                 “baik,silahkan isi formulirnya dan mohon dibaca secara seksama,surat perjanjian dan tata tertib yang wajib diikuti semua siswa yang belajar di sini” pinta Mutia pada keduanya lalu mulai membuat kwitansi pembayaran. Tak lama setelah itu Mutia segera menjelaskan kembali program yang diambil oleh anak itu secara detail. Hingga akhirnya tibalah proses pembayaran.                 “maaf untuk pembayarannya ?” Tanya Mutia hati-hati                 “pakai kartu debit bisa?”Tanya ganesha,Mutia mengangguk,lalu meminta Ganesha menggesekan kartunya pada EDC. Namun Ganesha meminta Mutia menggesekan kartunya. Mutia hanya bisa menuruti kemauan pria itu.                 “silahkan masukkan paswordnya pak!”pinta Mutia lembut                 “oh,oke 234..” ucapan Ganesha terpotong                 “sebaiknya anda sendiri yang menekan nomor pinnya pak!”potong Mutia                 “kenapa? Sekalipun kamu tahu aku gak keberatan kok” ucap Ganesha                 “memangnya kenapa pak”Tanya yopi yang rupanya dari tadi masih di situ                 “ya gak keberatan lah,sebab wanita ini calon istri saya” ucap Ganesha dan memandang Mutia. Keduanya bertemu pandang dan Ganesha mengedipkan matanya. Sontak hal ini membuat Mutia kaget hingga membuatnya tak focus. “baiklah ini,buku,tas dan modul belajarnya ya” ucap Mutia                 “oke makasih ya mbak”tutur Wanita itu pada Mutia sambil tersenyum                 “iya sama-sama”balas Mutia dan Yopi                 Setelah semuanya pergi,Mutia segera mengajak Yopi untuk membicarakan Ganesha.                 “tuh kan pi,kamu lihat,ternyata dia sama aja sama laki-laki yang lain,ngakunya mau jadiin kakak calon istri,tapi buktinya dia udah punya istri,bahkan punya anak lagi” terang Mutia menjelek-jelekan Ganesha                 “Jangan berprasangka buruk dulu kak,siapa tahu cewek tadi itu bukan istrinya dan anak tadi bukan anaknya” sangkal Yopi                 “kok,kamu malah belain cowok aneh itu”ucap Mutia kesal                 “bukannya belain kak,toh kalaupun cewek tadi itu istrinya dia,pasti gak bakalan berani,merayu kakak secara terang-terangan kayak tadi,dan kakak dengar sendiri  tadi,anak itu panggil apa,dia panggil om kan kak,jadi bisa dibilang mereka memang ada hubungan,tapi bukan hubungan kayak pacaran gitu kak” Terang Yopi  untuk menguatkan pendapatnya                 “ah gak tahu ah”ujar Mutia kesal   Mutia POV                   Sore itu Mutia baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan kini ia sedang   menunggu kendaraan umum untuk Pulang. Namun perutnya seperti tidak bisa diajak kompromi,sebab sedari tadi  merasa sangat lapar. Benar adanya perutnya itu terus meronta sebab dari siang belum ada satupun makanan yang masuk  kecuali cappuccino milk shake itupun dibelikan salah satu siswanya tadi. Akhrinya Mutia memutuskan untuk   mendatangi café yang dimana café ini adalah tempat pertama kali makan siang dengan pria bernama Ganesha itu. Mutia mengambil meja seperti kala itu. Setelah memesan beberapa menu Mutia sibuk dengan handphone miliknya,namun tak beberapa lama pikirannya seolah memutar memori  kalaa dirinya bersama pria itu makan siang bersama untuk pertama kalinya. Ia teringat saat harus memakan makanan yang tidak bisa  dimakannya demi menghargai pemberian dari pria itu. Kejadian itu  mengguratkan senyuman simpul pada wajahnya tanpa ia sadari. Sampai ia dikagetkan oleh seseorang yang baru saja ada dalam pikirannya sambil menyapanya riang.   Ganesha POV                 Ganesha melihat wanita yang selalu ia akui pada semua orang sebagai calon istrinya itu memasuki café tempat mereka pertama kali makan siang. Tanpa pikir panjang ia langsung berjalan cepat ke café itu dan mendapati wanita itu sedang duduk di tempat yang sama dengan saat itu. Ia memperhatikannya sebentar,kemudian mencegat waiters yang melayani wanita itu untuk melihat pesanannya. Setelah membaca pesanan itu, ia kemudia mengatakan pada waiters itu bahwa semua menu dalam pesanan itu dibuat untuk dua orang. Setelah itu ia berjalan ke tempat wanita itu,ia merasa gemas kala melihat ekpresi terkejut dari wanita itu.                     “ada apa,kenapa terkejut?”Tanya Ganesha dan langsung duduk di kursi yang berhdapan dengan Mutia                 “mau apa anda ke sini?”Tanya Mutia                 “mau makan”jawab Ganesha santai                 “kenapa ke sini?”Tanya Mutia lagi                 “apa ada larangan ya untuk saya ke sini?” Tanya Ganesha dan justru semakin membuat Mutia kesal. Makanan merekapun datang. Mutia kaget saat menu pesanannya itu semuanya jadi untuk dua porsi. Mutia melirik kesal kea rah Ganesha,sementara Ganesha hanya tersenyum. Setelah waiters itu pergi. Mutia segera bertanya pada Ganesha tentang menunya itu. Ganesha menjawabnya dengan sederhana.                 “inilah yang dinamakan takdir”tutur Ganesha kemudian menyantap makanannya                 “takdir,maksud Anda?”Tanya Mutia                 “iya,maksud saya,kamu itu memang sudah ditakdirkan untuk jadi istri saya di masa depan”jelas Ganesha                 “Aneh,dari kemarin anda selalu memanggil saya dengan sebutan calon istri,lalu..”Mutia tidak melanjutkan omongannya                 “lalu……”Tanya Ganesha                 “ah lupakan”pinta Mutia, “hampir saja aku keceplosan bertanya tentang wanita dan anak yang tadi,nanti kalau aku Tanya tentang wanita dan anak itu,nanti nyangkanya aku cemburu lagi” ujar Mutia daam hati. Ganesha memandangi Mutia dan seolah bisa membaca pikirannya,ia tersenyum kemudian berujar.                 “wanita yang tadi itu adalah wanita yang paling saya sayang dan saya hormati setelah mama saya sementara anak itu adalah,anak yang akan menjadi perantara kisah cinta kita nanti” ucap Ganesha . sontak hal ini membuat Mutia terkejut. Sebab pernyataan dari Ganesha tadi seolah menjawab pertanyaannya yang tidak terungkap tadi. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD