Chapter 25

1023 Words

*** "Capek banget kerja ginian, Ya Tuhan. Jam segini biasanya udah ke alam mimpi, tapi sekarang malah masih melek. Kalau bukan karena gajinya gede, enggak mau deh aku ngawal kadal buntung kaya Mas Alaska." Tengkurap di atas kasur, keluhan tersebut keluar dari mulut Skayara yang sampai detik ini belum terlelap. Tidak mandi lagi setelah sampai, dia memilih untuk langsung mengganti baju kemudian hanya mencuci muka. Awalnya ketika masuk ke kamar, Skayara sudah sangat mengantuk dan ingin cepat tidur. Namun, kini setelah merebahkan tubuh di kasur, kantuknya justru hilang—membuat dia jengkel sendiri. Jika kurang kenyang tidur, Skayara selalu mengantuk saat pagi menjelang dan hal tersebut tentunya bukan hal bagus karena selama menjadi pengawal Alaska, dia tidak bisa terlelap. "Ini juga mata k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD