*** Sarapan pagi ini berbeda. Tidak hanya Alaska dan Skayara, di meja makan ada pula Gavin yang datang pagi sekali ke rumah sang sahabat. Entah apa motif di balik datangnya pria itu, Skayara tidak tahu. Namun, yang jelas dia sebal karena dengan terus mendekatnya Gavin, perasaannya tidak tenang. Dia seperti dipermainkan oleh mantannya itu karena setelah diminta menjauh, Gavjn justtu semakin mendekatkan diri dengan alasan; dia sahabat baik Alaska. "Enggak semangat gitu makannya, Skay, enggak enak ya burger yang saya bawa?" tanya Gavin—berbicara seformal mungkin agar tidak membuat Alaska curiga. "Enak," jawab Skayara tanpa tersenyum. "Cuman enggak biasa aja sarapan pake burger. Jadi agak aneh." "Awas aja kalau habis ini mencret," celetuk Alaska—membuat Skayara mendelik. Beralih pada sa

