Setelah berhasil membersihkan wajah dari jejak air mata, Tama langsung menarik Shereen untuk segera menaiki motornya dan melesat ke rumah Harish yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah Shereen. Sesampainya di sana, mereka disambut oleh seorang gadis yang umurnya tak jauh dari mereka. Dia mempersilahkan Tama dan Shereen untuk langsung masuk ke kamar Harish karena cowok itu sudah menunggu mereka. “Siapa?Adik lo? Cakep! Kenalin dong!” seru Tama tiba cowok itu duduk di samping Harish. Tapi dengan tegas, Harish menggeleng. “No. Gue gak mau sepupu gue jadi koleksi lo..,” Harish menatap tajam Tama, “ playboy cap badak.” “Gue udah ngorbanin Shereen. Masa lo gak mau tuker sama sepupu lo, sih?” Pletak. Satu pukulan keras mampir di kepala Tama, membuat cowok itu terkesiap kaget. “Apaan sih, Ri

