“Lah, katanya mau ke ultah temen, tapi kok malah ke taman gini, sih?” Fallen terkekeh dan turun dari motornya. Setelah meletakkan helm dan mengambil karcis parkiran, Fallen menghampiri Shereen yang sudah berjalan mendahuluinya. Gadis itu berdiri di depan kolam besar dengan beberapa air mancur indah. “Abisnya rumah dia jauh, ntar kalo ke sana baliknya pasti kemaleman.” Mendengar ucapan Fallen, Shereen menoleh dengan kernyitan sebal. “Jadi lo bohong dong, sama Mama Papa gue? Tadi kan izinnya ke ultah temen.” “Kalo gak gitu, lo gak bakal diizinin buat jalan, kan?” Kenyataan memang, orangtua Shereen termasuk orang yang keras soal hubungan antara perempuan dan laki-laki seperti ini. Itu salah satu alasan kenapa Shereen tidak pernah cerita tentang masalah pribadinya. Karena tiap kali Sheree

