“Lo Arka?” Harish menatap tajam cowok dengan wajah yang penuh luka di setiap jengkal. Dengan memakai baju bebas, Arka seakan-akan memberi pesan bahwa ia tidak masuk sekolah. Ditatap seintens itu oleh Harish membuat Arka risih. Dia yang tadinya hanya bersandar pada pohon lantas mendongak, menatap Harish dengan tatapan tak suka. Keduanya yang bersifat dingin kini terlihat sangat menyeramkan. “Gue gak ada urusan sama lo,” sambut Arka. Harish mengepalkan tangan. “Tapi secara gak langsung lo udah cari masalah sama gue.” “Haa?” Arka tertawa kecil. “Sorry. Gue kenal lo aja enggak.” Tanpa memperhatikan keadaan sekitar, Harish berjalan ke arah Arka dengan langkah lebar-lebar. Dalam hitungan detik, leher Arka yang bebas sudah terjepit oleh lengan Harish dan dahan pohon. Arka menatap Harish den

