Sejak bertemu Shereen saat kencan dengan Biya tadi siang, pikiran Arka tidak sedetikpun lepas dari si mantan pertama. Mungkin bagi Shereen, ia adalah lelaki b******k yang sudah mengkhianati cinta tulusnya. Tapi untuk Arka sendiri, Shereen adalah hadiah terindah yang pernah diberikan Tuhan untuknya. Arka sadar, sikapnya yang egois telah membuat Shereen terluka. Seberapa keras usahanya untuk berubah menjadi pribadi yang membahagiakan Shereen, itu tidak pernah mencapai keberhasilan. Tiap kali ingin berbuat baik, entah kenapa ia malah melakukan kebalikannya. Dan karena air mata Shereen lah, Arka sekarang berdiri di balik semak-semak depan rumah Shereen. Sama seperti kejadian setelah ia menghabiskan sebotol minuman keras milik kakaknya di rumah, menunggu kedatangan Shereen. Kini Arka berdiri

